Appendix
1.1 Pre-Reading
The 63rd Annual Miss Universe Pageant Trailer
Peserta kontes kecantikan berpose di depan kamera dengan memakai baju renang. Beberapa di antaranya memegang bendera negaranya. Ada juga beberapa foto yang diambil di daerah resor tempat penyelenggaraan kontes kecantikan, di pinggir pantai, serta di dapur hotel ketika para peserta melakukan kegiatan memasak bersama dengan koki di sana.
2.5 Additional Sources
Vegetarian and Vegan Lifestyles Among Indonesians
Source: Snapcart
77% of people in Indonesia have heard of the terms vegetarian and vegan, while 17% have heard the term vegetarian, but never heard the term vegan, 1% have heard the term vegan, but never heard the term vegetarian, and 5% have never heard of those two terms.
63% of Indonesian people haven’t tried to become a vegetarian or vegan, but 45% are interested in trying these lifestyles, and 55% are not interested.
On the other hand, 85% of people chose to quit doing vegetarian and vegan lifestyles after less than a year. While 13% stopped after around 1-5 years, and 2% stopped after more than 5 years.
For all who have tried these lifestyles, below are foods or drink that they consume(d) most while being a vegetarian or vegan.
- 43% Vegetables and fruits.
- 31% Foods that contain plant protein such as tofu, tempeh, nuts, and so on.
- 14% Soy milk.
- 12% Plant-based meat
Currently, among 2,378 samples….
- 11% Indonesians are vegetarians or vegans
- 26% tried to be a vegetarian or vegan, but they have quitted these lifestyles
Top 5 reasons why Indonesians want(ed) to become a vegetarian or vegan, on the first time they tried these lifestyles:
- 62% Want to be healthy and live longer
- 17% To get the ideal body weight (diet)
- 3% Want to try a new thing
- 3% Vegetables are their favorite foods
- 3% To get more nutritional nutrients like vitamins and fiber
Top 5 reasons why Indonesians decided to stop being a vegetarian or vegan
- 26% Not strong enough to resist culinary temptations that contain animal meat
- 12% Due to their health conditions that require them to consume animal protein
- 10% Feeling bored or fed up
- 8% Feeling malnourished (especially lack of protein and fat)
- 5% Dislike the taste of vegetarian/vegan dishes like vegetables and so on
37% of people in Indonesia often consume vegetarian and/or vegan products like food and beverage products that don’t contain any animal protein. 17% often use beauty products, which don’t use animals for lab testing. 15% love to buy fashion products that don’t use animal body parts as production materials. But 31% never consumed or used any vegetarian or vegan products
Are you a vegetarian or vegan?
Vegetarian:
- 92% male
- 80% female
Vegan:
- 8% male
- 20% female
Contact us: partners@snapcart global. Snapcart Online Survey, November 2022 (n=2378)
5.1 Pre-reading
Ini 4 Fakta Penyebab Banjir Jakarta dan Sekitarnya
Apa penyebab banjir Jakarta?
- Hujan ekstrem
- Normalisasi sungai yang belum rampung
- Hilangnya Kawasan resapan air
- Buang sampah ke sungai
5.5 Additional Sources
Jakarta dan Sekitarnya Banjir, Inilah 4 Faktor Penyebab Timbulnya Penyakit Pascabanjir
While music plays, animated characters illustrate the causes of post-flood diseases, and Indonesian text explains each in detail.
Penyebab munculnya penyakit pasca bencana banjir
- Tempat pengungsian banjir
- Kondisi pengungsian yang padat
- Kesulitan mencari air bersih
- Membusuknya sampah akibat belum ada pengangkutan
- Stres kehilangan harta benda & sanak saudara
Berikut penyakit pasca banjir:
- Leptospirosis
- Kolera
- Diare
- Malaria
- ISPA
- DBD
- Typhoid
- Hepatitis A
- Infeksi kulit
- Malnutrisi (kurang gizi)
- Campak
- Gangguan jiwa
7.1 Pre-reading
Bisakah Kita Menghentikan Pemanasan Global
Boom! Tempat segala angan dan harapan umat manusia tinggal kini sedang memanas. Sains mencatat Bumi kita sedang mengalami kenaikan suhu yang bisa dibilang parah. Bahkan, tahun lalu tercatat sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah manusia.
Dan mengerikannya, enam suhu terpanas bumi yang pernah tercatat, semuanya terjadi di dalam satu dekade belakangan. Mungkin, kalau nggak dihentikan, kita akan menuju ke tahun-tahun di mana Bumi memiliki lebih banyak persoalan ketimbang harapan. Pertanyaannya, apakah kita mampu menghentikan pemanasan global yang semakin parah? Sayangnya, pemanasan global itu nyaris nggak mungkin buat dihentiin.
Ini semua karena banyak senyawa ini yang terus memenuhi langit Bumi dan membuatnya semakin memanas. Bayangkan aja jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan manusia gara-gara gunain bahan bakar fosil aja, itu nyampe 37 giga ton. Itu kayak ngebuang 6.000 piramida Giza ke atmosfer Bumi.
Dan inilah yang bikin kandungan karbon dioksida dan emisi lainnya di atmosfer bumi, yang tadinya rata-rata yang cuma segini, jadi mencapai titik tertingginya selama 800.000 tahun terakhir. Oke, kalau gitu, apakah masih ada jalan keluar dari semua ini? Apa masih ada cara buat memperlambat pemanasan global? Sebenarnya, masih ada. Tapi itu pun bakalan susah banget.
Ilmuwan-ilmuwan banyak yang udah sepakat kalau cara terbaik buat memperlambat pemanasan global adalah dengan ngurangin emisi gas rumah kaca ke udara. Makanya, 197 negara di dunia juga udah sepakat dalam 10 tahun ke depan, seenggaknya kita udah harus ngurangin emisi gas rumah kaca segini buat ngejaga biar suhu Bumi nggak naik 2 derajat Celsius di akhir abad ini. Karena kalaupun semua manusia saat ini berhenti nghasilin karbon dioksida ke udara, Bumi masih akan tetap memanas.
Dan apalagi kalau kita nggak ngapa-ngapain, bisa aja ada kemungkinan yang jauh lebih parah. Kelihatannya, 2 derajat itu emang kayak kecil banget. Tapi nyatanya, kenaikan suhu bumi sekarang ini aja udah bikin perubahan iklim yang dampaknya merembet ke mana-mana.
Bencana alam segala bentuk udah nggak bakalan nahan diri untuk ngancurin kita. Sampai spesies hewan dan karang di lautan yang jadi makin terancam. Dan bahkan, pemanasan global juga disebut ikut nyebabin banyak kematian lewat persebaran penyakit.
Menurut para saintis, Bumi emang nggak akan langsung berakhir karena ini semua. Tapi kemungkinan, semua bencana ini akan terjadi lagi, bakalan jadi jauh lebih sering. Terus, gimana dengan kita? Kalau kita lihat sekitar aja, masih kelihatan banyaknya orang di belakang layar yang masih nggak peduli dengan kondisi Bumi sekarang.
Yang main nebang pohon dan ngebakar lahan di sana-sini buat keuntungan pribadi mereka aja. Padahal, buat sekedar info, ini yang mungkin akan terjadi di Jakarta tahun 2050 kalau muka air laut terus nambah tinggi gara-gara pemanasan global. Tentunya kita nggak bisa biarin ini sampai terjadi.
Untungnya, Indonesia juga punya komitmen buat ngurangin emisi gas rumah kacanya ke udara melalui bikin kebijakan kayak nunda pemberian izin pembukaan lahan hutan dan gambut, restorasi lahan gambut, ningkatin penggunaan pembangkit listrik tenaga terbarukan, dan ngerehabilitasi dan penyerahan hutan untuk tujuan sosial. Ya, PR kita masih panjang. Tapi sejauh ini, kita udah mulai dan harus terus ngerjain mereka, satu per satu.
Intinya, pemanasan global itu hampir nggak mungkin buat dihentikan. Tapi seenggaknya, ini semua masih bisa kita perlambat dengan usaha dan kerja sama buat ngurangin emisi karbon ke udara. Bukan cuma negara, tapi juga kita semua melalui ngejaga dan ngerawat teman-teman kita ini biar dunia kita tetap terjaga kelangsungannya.
Dan seperti biasa, terima kasih.
[Indonesian Translation for Greta Thunberg’s voice below]
Ini semua salah. Aku seharusnya tidak berada di sini. Aku seharusnya berada di sekolah di seberang lautan. Namun, kalian semua datang kepada kami, orang-orang muda, demi harapan. Betapa beraninya kalian! Kalian telah mencuri mimpi-mimpiku, masa kecilku, dengan kata-katamu yang kosong. Namun, aku adalah salah satu yang beruntung. Orang-orang sedang menderita. Orang-orang sedang sekarat. Seluruh ekosistem sedang hancur. Kita berada di awal kepunahan besar. Kita tidak akan membiarkan kalian terlepas dari hal ini. Di sini, saat ini, adalah saat kita membuat batas. Dunia sedang bangun. Dan perubahan akan datang, suka atau tidak.
[Greta Thunberg’s voice]
This is all wrong. I shouldn’t be up here. I should be back in school on the other side of the ocean. Yet, you all come to us young people for hope. How dare you! You have stolen my dreams and my childhood with your empty words. And yet, I’m one of the lucky ones. People are suffering. People are dying. Entire ecosystems are collapsing. We are in the beginning of a mass extinction. We will not let you get away with this. Right here, right now, is where we draw the line. The world is waking up. And change is coming, whether you like it or not.
[Narrator]
Terima kasih udah nonton Kok Bisa? Punya pertanyaan lagi? Tulis aja di kolom komentar di bawah. Keep asking and stay curious!